Cara Menentukan Takaran Jumlah Pakan yang Dikonsumsi Lele Budidaya

Loading...


Umumnya dikenal 2 ( dua ) cara menentukan jumlah pakan yang diberikan untuk lele dalam satu hari. Cara pertama adalah menghitung persentase jumlah pakan per hari dari total bobot ikan yang dipelihara dan cara kedua adalah dengan melihat respon makan lele.
 
Berikut kita kupas kedua cara menentukan jumlah pakan yang diberikan untuk lele per hari :
1.     Menghitung Persentase Jumlah Pakan
Kebutuhan pakan untuk benih sebanyak 10.000 ekor dengan masing –masing bobot benih 25 gram per ekor dapat dihitung sebagai berikut ( dengan patokan yang berlaku adalah 3 – 5% dari total bobot ikan yang dipelihara ) :
Total bobot benih dalam kolam          = Jumlah total benih x Bobot benih per ekor
                                                               =         10.000            x              25
                                                               =  250.000 gram atau 25 kg
Kebutuhan pakan per hari                  = 5% x 250 kg
                                                               = 12,5 kg
Misalnya dalam 10 hari berikutnya lele mengalami kenaikan rata – rata 15 gram per ekor, kebutuhan pakannya dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
Bobot ikan lele                                      = 25 gram  + 15 gram
                                                                = 40 gram
Total bobot benih dalam kolam          = Jumlah total benih x Bobot benih per ekor
                                                               =           10.000          x 40 gram
                                                               = 400.000 gram atau 400 kg
Kebutuhan pakan per hari                  = 5% x 400 kg
                                                              = 20 kg

Begitu seterusnya, setiap periode 10 hari sekali dilakukan penimbangan ulang bobot lele. Ambil rata – rata bobot lele pada saat itu dengan metode sampling, caranya cukup menimbang satu ekor lele saja. Namun saat menjelang panen ( kira – kira 2 ( dua ) minggu sebelum panen ), patokan persentasenya diturunkan menjadi 2 – 3 % dari total bobot ikan yang dipelihara pada saat itu. Tujuannya untuk mengantisipasi lele stres atau mabuk saat panen dan pengangkutan, terutama untuk pengangkutan jarak jauh ( jika kebanyakan pakan, lele mudah stress ).

2.     Melihat Respon Pakan Lele
Cara yang kedua adalah dengan melihat atau mengamati respon ikan terhadap pakan. Cara ini digunakan karena cara penentuan pakan seperti yang dilakukan cara pertama dipandang terlalu kaku dan kurang efisien. Pada kenyataannya nafsu makan lele tidak sama setiap harinya, misalnya saat air kolam baru ditambahkan nafsu makannya sangat tinggi. Saat suhu air meningkat nafsu makan menurun dan saat hujan turun nafsu makan tinggi.
Jika pemberian pakan untuk lele berpatokan kaku pada teori 3 – 5% dari total bobot total lele sebagaimana dijelaskan di atas, dikhawatirkan banyak jatah pakan yang hilang percuma dan tenggelam ke dasar kolam. Hal ini bisa terjadi saat nafsu makan lele turun, sisa pakan yang menyebar dikolam akan mengakibatkan tumbuhnya jamur dan bakteri penyebab penyakit. Namun demikian, sebagai patokan untuk batas maksimum jatah pemberian pakan per hari 3 – 5% bisa diterapkan. Artinya meskipun nafsu makan masih tinggi, tetapi tidak boleh melebihi dari patokan tersebut.

Artikel Terkait