Cara Mudah Membuat Formulasi Pakan Itik Petelur dan Pedaging Sendiri

Loading...


Pakan merupakan kebutuhan utama dalam usaha pemeliharaan ternak itik. Biaya untuk ransum menempati presentase terbesar dibandingkan dengan biaya lainnya. 

Kita ketahui bersama fungsi pakan pada makhluk hidup terutama ternak adalah sebagai penghasil energi. Setelah energi terbentuk maka akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya (memelihara jaringan tubuh), kalau ada kelebihan energi akan dipergunakan untuk berproduksi (telur dan daging) dan bereproduksi.

Berdasarkan umur dan pola pemberian pakan, Itik Petelur terbagi menjadi 3 periode :
1.    Fase starter/meri (1-4 minggu)
2.    Fase Grower/dara (5-22 minggu)
3.    Fase layer/babon (22-144 minggu)
(Afkir 2,5 tahun) 
Sedangkan Itik Pedaging atau Itik Jantan dibagi menjadi 2 periode :
1.    Fase starter (1-4 minggu)
2.    Fase Finisher (5-10 minggu)
Tabel Kebutuhan Nutrisi Pakan Itik

Nutrisi PakanMeriDara Babon
1 - 28 Hari29 - 154 Hari155 Hari - dst
Protein (%)18 - 2014 - 16 15 - 17
EM (Kcal)3.0002.8002.900
Serat Kasar (%)4 - 76 - 96 - 9
Lemak (%)4 -73 - 64 - 7
Kalsium (Ca) (%)0,900,800,80
Fosfor Total (%)0,700,700,50
Fosfor Tersedia (5)0,450,450,5
Masa pemeliharaan itik periode awal (starter) adalah masa paling menentukan, karena akan menentukan laju pertumbuhan selanjutnya, masa produksi, tingkat produksi telur. Pemberian pakan pada anak itik (DOD/ Day Old Duck) masih untuk memenuhi kebutuhan pokoknya yaitu tumbuh dan berkembang, sehingga kalau kebutuhan pakan pada periode starter terpenuhi dengan baik maka pembentukan dan pertumbuhan jaringan tubuh (kulit, daging, otot dan tulang) akan berjalan dengan baik, untuk menjaga ketahanan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan yang baru, baik karena cuaca dingin maupun panas atau karena pindah kandang (membeli bibit dari tempat lain).

Pakan untuk anak itik periode starter baik untuk itik jantan tujuan pedaging atau itik betina tujuan petelur adalah sama, yang menjadikan sedikit berbeda antara itik pedaging dan itik petelur adalah ketika itik tersebut memasuki umur 60 hari. Saran kami pada periode starter diberikan pakan jadi buatan pabrik karena lebih stabil kandungan nutrisinya (maaf bukan promosi).
Pemberian pakan konsentrat buatan pabrik disarankan sampai umur 3-4 minggu, setelah itu pakan bisa diganti berupa campuran pakan konsentrat dengan dedak atau pakan alternatif lainnya. Karena pemberian pakan konsentrat sangat mudah dan tidak perlu repot-repot lagi untuk menghitung kebutuhan nutrisinya segala. Kegiatan yang terpenting pada umur ini adalah berkonsentrasi terhadap keadaan/kondisi DOD karena pada umur ini rawan terhadap kematian.

Memperhatikan dengan seksama tingkah laku DOD, begitu muncul masalah (penyakit atau lainnya) segera atasi dan jangan biarkan masalah berlarut. Hati-hati jika mencampur pakan untuk pakan DOD karena belum tentu komposisi nutrisi sudah tepat, malah efek dari pencampuran pakan yang tidak tepat akan menjadi masalah bagi anda nantinya.

Ragam cara pemberian pakan pada itik :
Cara pemberian basah
Cara pemberian pakan secara basah yaitu pakan itik yang berupa konsentrat dicampur dengan air. Keadaan atau bentuk pakan setelah dicampur dengan air adalah pakan tersebut tidak sampai mengeluarkan air kalau kita peras (mamel=jawa). Ada sedikit catatan kalau kita menggunakan pakan basah yaitu frekuensi pemberian pakan haruslah ditingkatkan. Karena pakan bentuk basah gampang mengundang bibit penyakit terutama jamur. Makanya pemberian nya mesti sedikit-sedikit tapi langsung habis.

Cara pemberian kering
Cara pemberian pakan kering adalah bahan pakan yang ada semisal pakan konsentrat langsung kita berikan begitu saja. Memang cara ini terlihat praktis dan lebih aman akan tetapi bagi ternak sendiri sepertinya kurang bisa menikmati sajian tersebut. Dan kalau kita perhatikan maka banyak pakan yang terbuang karena bentuk anatomi paruh itik/bebek berbeda dengan paruh ayam. Kalau kita memilih cara ini maka tempat minum jangan diletakkan berjauhan karena itik yang diberi pakan dengan cara ini perlu segera minum.

Hijauan untuk Itik
Pakan hijauan merupakan salah satu komponen pakan yang memasok kebutuhan serat bagi itik. Wujudnya berupa daun-daunan hijau segar yang diberikan langsung kepada itik setelah dicacah. Pakan hijauan untuk itik antara lain kangkung, daun eceng gondok, genjer dan daun pepaya. Pemberian hijauan jenis leguminosa (lamtoro, turi, gamal dll) sebaiknya dilayukan terlebih dahulu untuk menguapkan zat-zat berbahaya yang dapat merontokkan bulu. Selain membantu melancarkan pencernaan itik, pakan hijauan juga memasok kebutuhan vitamin dan mineral. Biasanya 100 ekor itik dewasa diberi pakan hijauan sebanyak 4 Kg perhari. Penggunaan dalam ransum itik dapat dicampurkan sebanyak 5%. 

Rata - Rata Kebutuhan Pakan Per Ekor Per Hari

Umur ( Minggu )Jumlah (gr)Umur ( Minggu )Jumlah (gr)
1151276
2301376
3401470
4601570
5651680
6701780
7701895
8721990
9742090
107421100
117522110

Contoh Formulasi Pakan Itik
Formulasi pakan itik untuk masa grower (umur 5-22 minggu) : Jumlah pemberian 65 - 110 gram/ekor/hari sesuai tingkatan umur. Sebagai patokan adalah jumlah Protein 14-16%, dan Energi Metabolis (EM) 2800 Kkal/kg.
1. Jagung 20%, dedak 20%, menir 15%, kedelai 15%, bungkil kelapa 5%, tepung ikan 10%, tepung darah 10% dan tepung tulang 5%
2. Jagung atau dedak atau menir 50%, kacang tanah, bungkil kelapa atau kacang kedelai 15%, cacahan ikan teri atau bekicot 25%, mineral 5%, dan sisanya adalah campuran vit B12, premix dan daun singkong
3. Jagung giling 45%, bekatul 15%, bungkil kelapa 5%, kedelai 15%, tepung daun lamtoro 5%, tepung ikan 10% rumput kering 2%, tepung kerang 2%, tepung tulang 1% dan sedikir garam
4. Jagung 20%, konsentrat 10%, bekatul 60%, dan eceng gondok 10% 

Formulasi pakan itik untuk layer (22 minggu ke atas) : Jumlah pemberian minimal 150 gram/ekor/hari, tidak lupa untuk memberikan hijauan segar dan mineral. Sebagai patokan adalah jumlah Protein 15-17% dan Energi Metabolis (EM) 2900 Kkal/kg.
1. Bekatul 15%, beras merah 30%, jagung giling 10% kacang hijau giling 12%, tepung ikan 20%, kedelai giling 3%, bungkil kelapa 5% tepung tulang 4,5% dan garam 0,5%
2. Bekatul 6 kg, konsentrat itik layer 3 kg, dan jagung 6 kg
3. Bekatul 6 kg, konsentrat itik layer 1,5 kg, ketam cincang 1,5-2 kg, dan jagung giling 6 kg
4. Dedak kasar 25%, jagung giling 25%, kacang kedelai giling 15%, bekicot cincang 15%, tepung ikan 10%, garam 5% dan tepung daun singkong 5%
5. Bekatul 5 kg, nasi kering 7 kg, ece 1 kg, cacahan ikan pirik 15 kg
6. Bekatul 2,6 kg, bekatul 8,3 kg, dan ikan pirik giling 10,6 kg
7. Bekatul 6 kg, nasi kering 6 kg, konsentrat itik layer 4 kg, ikan kecil 12 kg
8. Bekatul/dedak dan konsentrat itik layer dengan perbandingan (6:1)
9. Nasi kering : jagung : konsentrat itik layer dengan perbandingan (4:1:1)
10. Bekatul : konsetrat itik layer dengan perbandingan (4:1)
11. Konsentrat itik layer : konsentrat ayam petelur : dedak dengan perbandingan (2:5:8)
12. Konsentrat itik layer 60%, jagung 15%, kremis 15%, dan eceng gondok 10%
13. Bekatul 60%, jagung 20%, dan konsentrat itik layer 20%
14. Bekatul 2.5 kg, konsetrat itik layer 1,5 kg, gandum 8 kg, dan hijauan 0.7-1 kg

Perlu diketahui bersama bahwa kestabilan dan produktivitas itik sangat ditentukan oleh ketepatan dalam pemberian jumlah pakan yang meliputi kandungan nutrisi dan kualitas pakan. Tidak ada salahnya untuk mencoba salah satu komposisi di atas, asal ketersediaan pakan dan harganya pun murah di sekitar lokasi kita.
     Semoga Bermanfaat ....

    Artikel Terkait