Cara Pengendalian Hama Wereng Coklat dan Penyakit Virus Kerdil

Loading...


Wereng Coklat merupakan hama sangat memusingkan petani padi bagaimana tidak jika sudah menyerang satu hamparan padi bisa gagal panen. Tanaman padi akan kering seperti terbakar ( hopperburn ) karena cairan tanaman padi dihisap oleh hama ini.

Wereng Coklat cepat berkembang biak  dan mudah membentuk biotipe baru dalam beradapasi. Hama ini juga menularkan juga penyakit Virus Kerdil Hampa (VHK) , Virus Kerdil Rumput Tipe - 1 (VKRT-1), dan Virus Kerdil Rumput Tipe – 2 (VKRT-2). Daun rombeng, tercabik, koyak, atau bergerigi , terkadang bewarna putih, tumbuh kerdil dengan tinggi 23,8% – 66,9% tertekan, keluar malai diperpanjang sampai 10 hari. Saat keluar malai tidak normal ( tidak keluar penuh ), daun bendera terjadi distorsi, saat pematangan buah tidak mengisi dan menjadi hampa merupakan ciri Vegetatif VKH.

Pengendalian Wereng Coklat
Tanam Padi Serentak
Menanam padi secara serentak dapat menekan dampak serangan wereng coklat karena   wereng makroptera ( bersayap Panjang ) akan terbang bermigrasi mencari tanaman padi muda dalam populasi tinggi, hinggap ( landing ) dan berkembang biak jika areal tempat migrasi sempit, maka populasi imigran akan menjadi padat begitu juga sebaliknya.

Menggunakan Varietas Tahan
Menggunakan varietas yang tahan sangat dianjurkan, varietas apa saja yang tahan? saat ini ada varietas Unggul Baru ( VUB ) yang diluncuran pemerintah diantaranya inpari 13, inpari 31, dan inpari 33 yang disesuaikan dengan keberadaan biotipe wereng coklat yang ada dilapangan yang didominasi oleh biotipe 3 dan biotipe 4
.


Perangkap Lampu ( Light Traps )


Pasang lampu perangkap pada ketinggian 150 cm – 250 cm dari permukaan tanah. . Lakukan hal ini setelah wereng tertangkap :

  1. Kubur wereng yang tertangkap.
  2. Keringkan sawah hingga retak
  3. Kendalikan wereng dengan insektisida yang dianjukan.
Hasil tangkapan wereng dengan lampu 100 watt dapat mencapai 400.000 ekor/malam.

Waktu Persemaian Padi
Untuk menetapkan waktu penyemaian padi ditentukan oleh kapan puncak wereng imigran yang tertangkap lampu perangkap. Bila datangnya wereng imigran tidak tumpang tindih antara generasi maka pernyemaian hendaknya dilakukan pada 15 hari setelah puncak imigran.

Bila datangnya wereng dari generasi yang tumpang tindih, maka akan terjadi bimodal ( dua Puncak ). Penyemaian hendaknya dilakukan pada 15 hari setelah puncak imigran ke – 2.

Tuntaskan Pengendalian Padi Generasi 1
Catat waktu puncak imigran awal sebagai generasi nol (G0), maka pada 25 – 30 hari kemudian akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-1,pada 25 – 30 hari kemudian akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-2, pada 25 – 30 hari seterusnya akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-3.
Cara mengendalian hama wereng yang baik yaitu :

  1. Pada saat imigran makroptera generasi nol (G0) dan saat generasi ke-1 (G1) yaitu nimfa – nimfa yang muncul dari wereng imigran;
  2. Gunakan insektisida yang dianjurkan yang mengandung bahan aktif Pymetrozine, Dinotefuran, disarankan satu jenis pestisida tidak digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama;
  3. Pengendalian hama wereng harus selesai pada generasi ke-1 atau paling lambat pada generasi ke-2;
  4. Pengendalian pada generasi ke-3 tidak akan berhasil.


Pengamatan Wereng Coklat di Pertanaman
Amati wereng coklat pada 1-2 minggu sekali. Kemudian ambil contoh 20 rumpun arah diagonal, hitung jumlah wereng coklat pada minggu ke-1 dan musuh alami laba – laba +Paederus + Ophionea.


Penggunaan Insektisida
Masih banyak petani yang kurang tepat dalam mengaplikasikan penggunaan pestisida sehingga kurang berdampak signfikan terhadap penanggulangan hama ini, hal apa saja yang haus diperhatikan? ini yang harus dilakukan  :

  1. Keringkan areal sawah sebelum aplikasi insektisida baik yang semprotan maupun butiran.
  2. Pengaplikasian insektisida dilakukan saat air embun tidak ada antara pukul 08.00 pagi sampai pukul 11.00, dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang padi.
  3. Tepat dosis dan jenisnya yaitu yang berbahan aktif Pymetrozine, Dinotefuran.
  4. Tepat air pelarut 350 – 500 ltr air per Ha.


Pengendalian Double Cover
Jika pengaplikasian insektisida semprotan tidak atau kurang manjur maka pengendalian wereng coklat perlu didouble dengan memberikan insektisida sistemik melalui akar.

Pengendalian Penyakit Virus Kerdil
Sampai saat ini tidak ada virusida atau bahan lain yang bisamengendalikan penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput. Hal yang dapat dilakukan antara lain :

  1. Mengendalikan wereng coklat atau makroptera/bersayap sampai populasi serendah mingkin;
  2. Hindari kontak inokulan penyakit dengan wereng coklat;
  3. Cabut dan benamkan inokulan penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput.
    Semoga Bermanfaat . . . 

    Artikel Terkait