Cara Tepat Budidaya Cabai Merah Keriting yang Menguntungkan

Loading...

Cabai (Capsicum annum) merupakan komoditas sayuran yang banyak mendapat perhatian karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kebutuhan akan cabai terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri yang membutuhkan bahan baku cabai. 



Meskipun kebutuhan cabai meningkat, akan tetapi poduksi cabai masih rendah. untuk memenuhi kebutuhan tersebut, peningkatan produksi perlu dilakukan melalui penanaman cabai secara intensif dengan memperhatikan pemilihan varietas yang tepat, benih yang bermutu, umur bibit yang tepat untuk ditanam, penggunaan pupuk yang berimbang serta pengendalian hama penyakit secara selektif. Salah satu Varietas cabai yang mempunyai nilai jual tinggi adalah cabai merah keriting Berdasarkan data yang dirilis Kementan tgl 25 Maret 2016 harga Cabai Merah Keriting di tingkat produsen berkisar Rp. 28.000 s/d Rp. 46.000. Varietas Cabai Merah Keriting ada 2 jenis, yaitu : - Jenis hibrida TM 888, TM 99, CTH 01, Salero dan Taro. - Jenis non hibrida Cemeti dan lares. 



PEMBIBITAN


Bibit cabai diperoleh dengan cara membuat pesemaian terlebih dahulu. sebelum disemaikan biji direndam dengan larutan 10% Natrium Fosfat (Na3PO4) atau air panas 45-50 Derajat Celcius selama 1 jam untuk mengurangi kontaminasi virus (Jangan gunakan biji yang mengapung). Media semai adalah campuran tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1, kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik putih transparan berdiameter 6 cm, panjang 10 cm. Masukkan setiap biji cabe kedalam polybag sedalam 0,5 cm ditutup dengan tanah halus. Tempat pesemaian diberi atap dari rumbia/jerami kering/plastik putih yang mudah dipasang atau dilepas. satu minggu setelah tumbuh dilakukan pemupukan dengan menggunakan NPK satu sendok makan dicampur dengan 15 liter air, kemudian disiramkan pada pesemaian. setelah bibit berumur 24-30 hari, atau sudah berdaun 3-4 helai, tanaman cabai siap ditanam di lapangan. 

PENANAMAN
Persiapan lahan Lahan dipilih yang tidak terkontaminasi penyakit dengan cara melihat kondisi pertanaman sebelumnya, dan bukan bekas tanaman dari keluarga terong-terongan. Pengolahan tanah dilakukan dengan bajak sedalam 30 cm dan dilanjutkan dengan pembersihan gulma, kemudian dibuat bedengan dengan panjang 5 m, lebar 1 m, antar bedengan dibuat parit selebar 50 cm dengan kedalaman 20-25 cm, dan disekeliling bedengan dibuat saluran air.
Waktu tanam Penanaman dilakukan sore hari waktu musim penghujan, yaitu sekitar bulan Nopember. Sebaliknya sebelum ditanam akar semaian dicelupkan kedalam 0,1% Previcur selama 5 menit. Jarak tanam 50 cm X 40 cm, selesai penanaman langsung disiram. 

PEMELIHARAAN

 Pemasangan Ajir (kayu atau bambu penopang)

Bertujuan untuk menopang tanaman agar berdiri tegak tidah mudah rebah oleh tiupan angin pemasangan. Pemasangan ajir dilakukan pada tanaman berumur 1 bulan setelah tanam.


Penyiraman (Pengairan)

Pada awal pertumbuhan, pada saat cabai keriting menyesuaikan diri terhadap lingkungan, maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari, terutama pada musim kemarau. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam, pengairan berikutnya dilakukan sesuai keadaan cuaca.

Perempelan Tunas dan Bunga Pertama

Kegiatan merempel adalah khas untuk tanaman cabe. Ada 3 model perempelan, yakni perempelan tunas samping, perempelan bunga, dan perempelan daun. Acapkali, pada tanaman cabe terdapat tunas-tuans samping yang tumbuh justru ketika tanaman belum memasuki fase pembungaan. Karena itu, tunas samping harus dirempel, dan biasanya dilakukan 2-3 kali. Di samping itu, tak ada jeleknya bunga pertama dan bunga kedua dirempel pula. Kenapa?Agar diperoleh mutu buah yang baik dan produktivitasnya tinggi. Juga, lakukan perempelan daun-daun yang tumbuh di bawah cabang utama ketika tanaman minimal telah berumur 2,5 bulan.

.
 Pemupukan

Pupuk yang kita gunakan ada dua jenis yaitu Pupuk Kandang dan Pupuk kimia Nah berapa Kebutuhan pupuk yng akan kita gunakan silahkan lihat artikel (klik judul) Optimalkan Produksi Cabe dengan Perhitungan Kebutuhan Pupuk yang Tepat

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Pemantauan hama dan penyakit dilakukan setiap minggu sekali. Hama yang biasa menyerang adalah ulat tanah, pengisap daun, kutu daun dan lalat buah. Pengendalian ulat tanah secara mekanis dilakukan dengan mengumpulkan dan kemudian memusnahkannya. Bila populasi ulat tanah tinggi, tanaman disemprot dengan insektisida Curacron 500 EC , Desis 2,5 EC. Hama pengisap daun bila populasinya mencapai ambang kendali, tanaman disemprot dengan insektisida Pegasus 500 EC. Kutu daun (M.persicae) dikendalikan bila populasinya mencapai ambang kendali tanaman disemprot dengan insektisida Curacron 500 EC. lalat buah (B.ferruginous)dikendalikan dengan memusnahkan buah yang terserang, dan memasang trap berupa botol aqua besar yang didalamnya diberi kapas yang mengandung petrogenol dan insektisida Curacron 500 EC. setiap hektar dipasang 20-40 trap, atau menyemprot tanaman dengan insektisida Desis 2,5 EC. Beberapa macam penyakit penting yang biasa menyerang adalah bercak daun antranos dan layu bakteri. Apabila serangan penyakit bercak daun (C.capsici) merata, tanaman disemprot dengan fungisida Daconil 75 WP. Buah yang terserang cacar atau antarknos (C.capsici) seyogyanya dikumpulkan dan dimusnahkan. Bila serangan parah, tanaman disemprot dengan fungisida Anoil 50 SC. tanaman yang terserang layu bakteri (P.Solanacearum) dan virus, sebaiknya dicabut dan dimusnahkan. penyemprotan pestisida dilakukan sore atau pagi hari, dengan memperhatikan arah dan mata angin, nozle yang digunakan dan bila mencampur pestisida harus dipilih yang cocok. 

PEMANENAN

Panen cabai keriting sangat dipengaruhi oleh faktor jenis atau varietasnya, dan lingkungan tempat tanam. Di dataran rendah, umumnya cabai keriting mulai dipanen pada umur 75-80 hari setelah tanam. Panen berikutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali. Sedangkan di dataran tinggi (pegunungan), panen perdana dapat dimulai pada umur 90-100 hari setelah tanam. Selanjutnya pemetikan buah dilakukan selang 6-10 hari sekali.

Khusus untuk sasaran ekspor, panen cabai keriting dipilih pada tingkat kemasakan 85% – 90% saat warna buah merah-kehitaman. Di dataran rendah, panen cabai keriting untuk tujuan ekspor dapat diatur 2 hari sekali sedangkan di dataran tinggi antara 4-6 hari sekali.

Produktivitas budidaya cabai  merah keriting biasanya mencapai 10-14 ton per hektar, tergantung dari varietas dan teknik budidayanya. Pada budidaya yang optimal, potensinya bisa mencapai hingga 20 ton per hektar.

Artikel Terkait