Cerita Unik dan Menarik Gadis Pecinta Terong - Jangan Ngeres Ya !!!

Loading...

Cerita Unik Gadis Pecinta Terong.Siapa yang tidak kenal terong, tentu kita semua mengenalnya, bahkan Tualang yakin banyak diantara kita yang doyan dengan yang satu ini. Banyak pendapat yang mengatakan kurang baik mengkonsumsi terong, dan ada pendapat juga yang mengatakan terong bisa menjadi obat impoten. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, kali ini Tualang akan mengulas sebuah cerita unik tentang Gadis Pecinta Terong. 


Gadis Pecinta Terong berawal dari sebuah hoby mengoleksi jenis-jenis terong. Gadis ini hoby mengoleksi terong yang berukuran besar dan panjang, pernah suatu ketika penjual terong dipasar bertanya padanya "neng! buat apa terong-terong itu?" Gadis ini hanya menjawab "ada aja".

Setiap terong yang dibelinya dipasar selalu disembunyikan kepada kedua orangtuanya, selepas pulang dari pasar Gadis ini menyimpang terong itu kedalam lemari, dan pagi esoknya terong tersebut dibuang setelah dia pergunakan. Kedua orangtuanya tidak menaruh curiga apa-apa terhadap anak gadisnya. Tualang sempat mewawancarai gadis ini, dalam pengakuannya dia tidak suka kepada laki-laki, karena dia telah jatuh cinta kepada terong.


Gadis pecinta terong ini lebih suka kepada terong yang berukuran panjang, pengakuannya dia memilih terong yang panjangnya diatas 15 cm, dengan alasan terong seukuran itu lebih kuat, keras, dan memiliki kualitas yang bagus, tidak mudah patah. Hari-hari gadis ini berprilaku ceria, dan tidak ada tanda-tanda aneh dari dirinya, hanya saja sewarga desa penasaran kenapa gadis ini tidak suka kepada laki-laki, sedangkan dia memiliki paras wajah yang cukup cantik.

Agar rahasianya itu tidak tercium kepada kedua orangtuanya, terong yang dibelikan itu dipergunakan pada saat malam hari, dan secara diam-diam paginya dibuang kesemak-semak pekarangan rumah dengan kondisi terong yang sudah lembek dan berair.

Hoby ini saban hari dia lakukan, dan pedagang terong dipasar yang menjadi langganan gadis ini setiap hari menyimpan terong yang sesuai spek buat si gadis. Setiap gadis ini kepasar, si pedagang langsung menyerahkan terong yang sudah disimpan itu. 

Pernah suatu malam, orangtuanya mendengar suara gaduh dikamar sigadis. Orangtuanya mencoba cari tahu sambil mengintip sigadis lewat celah pintu kamar. Orangtuanya melihat sigadis dengan gaun tidur yang tipis berada diatas ranjang tidurnya, dan sekali-kali sigadis membalikkan kakinya sambil berbalik posisi tidur. Melihat anaknya sedang tidur, kedua orangtuanya kembali kekamar dengan hati lega karena suara gaduh itu tidak sebagaimana kecurigaan dia.

Suatu hari, si gadis diajak kepasar oleh ibunya, meskipun sempat menolak akhirnya dia menemanin si ibu kepasar untuk berbelanja. Sampai kepasar dia mencoba menghindari pedagang terong yang menjadi langganan dia, namun si ibu menghampiri pedagang itu untuk membeli sesuatu. Saat melihat si gadis, pedagang langsung memberikan terong sebagaimana biasanya. Ibu si gadis terkejut dan sempat berkata "maaf mas saya tidak membeli terong" kemudian si pedagang berkata "tapi..." melihat si gadis mengedip mata kepada si pedagang, dan akhirnya si pedagang diam sambil melayani si ibu yang sedang memilih sayur bayam, dan pedagang hanya tersenyum melihat si gadis.

Sampai dirumah, si ibu bertanya kepada anaknya "heran juga ya kenapa pedagang tadi memberikan terong kepada kita, padahal kita tidak lagi meminta terong, kenapa ya? dengan santai si gadis menjawab "mungkin salah kasih buk". Si gadis bersama ibunya sedang memasak di dapur, tiba-tiba ayah si gadis pulang sambil membawa sebuah karung yang berisi. Sampai didapur, si ayah mengeluarkan isi karung itu, langsung saja si gadis terkejut melihat isi karung yang ditumpahin oleh ayahnya. "gak tahu buk, entah siapa yang membuang terong-terong ini dipekarang rumah kita, cukup banyak terongnya, dan anehnya terong-terong ini...." ia pa, kami dipasar tadi juga ada kejadian aneh tiba-tiba seorang pedagang menyerahkan terong ke kami padahal kami lagi tidak membeli terong, sahutnya ibu si gadis. Mereka berdua melihat si gadis yang terlihat pucat dengan kejadian ini, kenapa kamu nak? ada apa? 

Ayahnya langsung menembak dengan sebuah pertanyaan "apa kamu yang membuang terong-terong ini, untuk apa kamu terong? kemudian pertanyaan yang sama juga disampaikan oleh ibunya "apa kamu yang berlangganan membeli terong di pasar, hingga pedagang itu langsung menyerahkan terong kekita tadi pagi? si gadis hanya terdiam, dan kedua orangtuanya mulai menaruh kecurigaan terhadap anaknya. Si ibu sempat terbayang apa yang terjadi di malam itu, si gadis memakai gaun tipis dan berbalik-balik ditempat tidur yang diawali dengan sedikit suara gaduh. Apa kamu yang beli dan buang terong selama ini? ayah si gadis sedikit berbentak.

Si Gadis mulai membuka rahasianya, ia pak - buk saya yang membeli dan membuang terong-terong itu, saya yang lakukan semua ini. Apa yang terjadi dipasar adalah langganan saya. Buat apa terong-terong itu, tanya si ibu yang mulai resah dengan tingkah si gadis.

Begini, jangan curiga dulu atau berpikir negatif. Semua terong itu awalnya saya gunakan untuk sebuah penelitian di kampus, terong-terong itu saya pergunakan dimalam hari untuk penelitian tersebut. Si gadis ini kuliah di fakultas pertanian. Berawal dari penelitian sampai hari ini saya suka terong. Masih ingat pak, tahun kemarin pernah bertanya kepada saya kenapa terong pak Yuh buah-buahnya besar, cepat panen, dan tahan lama. Pak, bibit terong yang digunakan oleh Pak Yus adalah bibit terong hasil penelitian saya. Karena berhasil dari penelitian itu, sampai hari ini saya masih mengembangkan bibit terong unggul. Mari saya tunjukan bibit terong yang sudah saya produksi selama ini, si gadis dan kedua orangtuanya menuju ke kamar si gadis. Mereka terkejut disaat melihat ribuan bibit terong yang siap pasar hasil penelitian si gadis. Melihat itu, mereka lega sambil memeluk tubuh si gadis "saya bangga kepadamu nak" bisa si ibu pada si gadis. Pantesan terong-terong yang dapatkan tadi semuanya kosong tidak ada lagi bijinya, tambah ayah si gadis.

Setelah kejadian itu, sambil melangkah kedapur si gadis berkata pak - buk minggu depan akan datang orangtua mas Ferky untuk melamar saya.[]

Artikel Terkait