Luar Biasa!! Pemuda Ini Mampu Membuat Kompor dengan Bahan Baku Air

Loading...

Selain Buat Kompor, Dede Bertekad Ciptakan Kendaraan Bahan Bakar Air

Dede sudah mengaplikasikan bahan bakar gas hidrogen untuk sepeda motor, ternyata berhasil dan tidak ada masalah. Tapi...
CEO CV Energon, Dede Miftahul Anwar (Facebook)

Meski berasal dari sebuah desa yang jauh dari keramaian kota, namun tekad Dede Miftahul Anwar (22) menjadi orang sukses tidak pernah surut. Dia terus memutar otak menciptakan berbagai inovasi di bidang teknologi berbahan gas hidrogen.
Gas hidrogen diciptakan Dede berasal dari air yang diurai menggunakan zat khusus karyanya sendiri. Menciptakan racikan kimia untuk pengurai air menjadi gas hidrogen tersebut bukan sebuah hal yang sulit bagi Dede.
Mahasiswa Departemen Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia itu memang sudah sejak lama menggeluti bidang yang melambungkan namanya saat ini.
Berkat karyanya itu Dede juga mencicipi menyabet penghargaan juara pertama di ajang Wirausaha Muda Mandiri 2015 untuk bidang usaha teknologi non digital. Yang membuat para juri tercengang adalah, dia membuat kompor dengan bahan bakar gas hidrogen yang diurai dari air sekaligus mendirikan Saung Pengisian Gas Hidrogen (SPBH).
Tabung gas hidrogen CV Energon (Facebook)
Pencapaian tersebut tidak lantas membuat Dede jemawa. Pemuda asli Subang, Jawa Barat itu tetap rendah hati dan tidak sombong. Meski berpenampilan kalem dan sederhana ternyata dia memiliki pemikiran jauh ke depan untuk kemajuan teknologi.
Setelah sukses dengan kompornya Dede mengaku berniat membuat kendaraan dengan bahan bakar gas hidrogen yang diurai dari dari air. "Saya sudah coba di sepeda motor, bisa berjalan 10 kilometer tidak ada masalah," tutur Dede kepada Money.id di kawasan Plaza Senayan, beberapa waktu lalu.
Menurut Dede, secara teknis pengaplikasian bahan bakar gas hidrogen di kendaraan bermotor itu cukup sederhana. Kata dia, untuk sepeda motor masih menggunakan karburator harus ditambahkan vacum.
Sedangkan sepeda motor yang sudah menggukan sistem pembakaran injeksi langsung dihubungkan saja antara tabung gas hidrogen dan injection yang ada sepeda motor tersebut. "Sepeda motornya sudah jalan, tetapi belum saya coba jarak jauh," ujarnya.
Dede menegaskan, hasil percobaannya tersebut baru tahap awal, masih perlu berbagai riset dilakukan, khususnya untuk masalah keamanan dan kenyamanan. Dan menurut dia, itu memerlukan waktu serta biaya sangat besar.
Sebagai salah satu realisasinya, dia ingin segera bekerjasama dengan beberapa perusahaan otomotif terkemuka supaya teknologi yang dikembangkannya bisa segera terealisasi, sehingga dapat dinikmati masyarakat luas. "Ini baru tahap awal, mudah-mudahan saja segera ada jalannya," ujar Dede.
Pemuda berperawakan kecil itu tidak tinggal diam demi mimpi yang ingin dicapainya. Dia berusaha mencari jalan supaya bisa melakukan kerjasaman dan riset bersama beberapa perusahaan otomotif terkemuka. (poy)
Sumber : www.money.id

Artikel Terkait