Cara Budidaya Kelengkeng New Kristal, Jenis Buah Unggulan Yang Sangat Lebat dan Menguntungkan

Loading...

Budidaya Lengkeng New Kristal, Buah Unggulan Menguntungkan. Budidaya Lengkeng New Kristal, Buah Unggulan Menguntungkan. Pekebun dan calon pekebun menggadang-gadang lengkeng new kristal sebagai lengkeng unggul: genjah, produktif, dan tahan rontok. Buah besar, manis, dan bertekstur renyah.Image result for Budidaya Lengkeng New Kristal, Buah Unggulan Menguntungkan
Dompolan-dompolan buah lengkeng menggelayuti ujung ranting pohon setinggi 2 meter itu. Pemilik pohon, Isto Suwarno, menopang pohon muda—umur baru 34 bulan itu–dengan bambu. Pohon anggota famili Sapindacaeae itu seolah kewalahan “memikul” ratusan buah ranum berdiameter 3 cm. Pekebun di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu memetik 50—70 kg buah per pohon.
Pada Desember 2014, Isto memetik total 500 kg buah dari 15 pohon. Dengan harga jual Rp40.000 per kg, omzet pekebun berusia 56 tahun itu mencapai Rp20-juta. Ia mengelola total 110 pohon yang berbuah bertahap sehingga ia mampu panen rutin 500 kg buah per bulan. Itulah sosok new kristal yang genjah alias cepat panen. Jenis lengkeng baru itu berbuah perdana pada umur 34 bulan setelah tanam bibit okulasi.

Selera konsumen
Kelebihan lain lengkeng new kristal adalah produktif. Produktivitas pohon pada panen perdana mencapai 10—70 kg tergantung perawatan. Seiring dengan penambahan umur, produksi pun terus membubung. Pada umur 4 tahun, misalnya, sebuah pohon menghasilkan 75 kg, 5 tahun 100 kg. Produksi stabil pada kisaran 100—150 kg ketika pohon berumur 5—7 tahun.
Kini mana ada lengkeng jenis lain yang menandingi produktivitas new kristal. Itoh yang dahulu sohor produktif, misalnya, hanya mampu menghasilkan 30—45 kg pada umur 5 tahun. Hanya itu kelebihan si kristal baru? Tunggu dulu, masih ada keunggulan new kristal yakni citarasa daging buah yang manis. Pengukuran dengan refraktometer menunjukkan kadar kemanisan new kristal mencapai 22° briks.
Teksturnya lembut, daging buah tebal dan kering, buah besar dengan diameter 2,8—3 cm serta berbiji kecil, 0,7—0,8 cm. Sementara tingkat kemanisan lengkeng jenis lain seperti itoh hanya 19° briks. Sebagai pembanding, buah itoh berdiameter 2—2,8 cm dengan ukuran biji 0,8—1cm.
Menurut Sobir PhD, guru besar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, lengkeng dengan tingkat kemanisan 24° briks tergolong sangat manis, tapi masih bisa ditoleransi lidah orang Asia, khususnya Indonesia. “Biasanya tingkat kemanisan lengkeng sekitar 15—17° briks,” ujar Sobir. Konsultan buah di Bogor, Jawa Barat, Ajie Win, berpendapat serupa. Menurut Ajie lengkeng diamond river dan pingpong yang dikenal manis pun hanya berkadar kemanisan 21—22° briks.
Penangkar bibit tanaman buah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Prakoso Heryono, mengatakan, new kristal memenuhi sejumlah kriteria sebagai varietas unggul. Pendatang baru itu adaptif, pertumbuhan genjah, dan berbuah sepanjang tahun. Yang paling disukai pekebun bunga dan buah tahan dari terpaan hujan. “Kerontokan bunga dan buah hanya 10—15% dari total calon bunga. Bandingkan dengan itoh yang bisa rontok hingga 40%. Hal serupa terjadi pada varietas sri chompu dan biew kiew,” ungkap Prakoso.

Penanaman luas
Dengan seabrek kelebihan itu—genjah alias cepat panen, produksi tinggi, dan manis—menyebabkan banyak pekebun kepincut new kristal. Di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Yusron Hadi Nugroho menanam 80 pohon new varietas di lahan 3.000 m2 pada 2012. Pohon yang kini berumur 26 bulan itu tumbuh subur dan bongsor. Pada pengujung 2014, 63 pohon tengah berbunga lebat. Jika tanpa aral, mantan teknisi di perusahaan outomotif terkenal di Jakarta itu bakal panen pada Maret 2015.
Pekebun lain yang jatuh hati pada new kristal adalah Bambang Suharto. Pada Juli—Agustus 2012, pengusaha hasil bumi itu menanam 603 new kristal di lahan 20 ha. Pekebun di Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, itu panen perdana 230 kg buah dari 20 pohon. Produktivitas agak rendah, rata-rata 10 kg per pohon, karena Bambang menanam new kristal di lahan berbatu.
Bambang menjual 100 kg ke toko buah di Blora Rp25.000 per kg. Keesokan hari toko itu memesan kembali. “Saya yang jadi bingung karena buah sudah habis,” ucap pemilik PT Sumber Tani di Blora itu. Karena terbukti produktif, Bambang menanam kembali 2.000 pohon new kristal pada 2015.
Di Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Hartono menanam 300 pohon new kristal pada awal 2012. Dari populasi itu 50 pohon di antaranya sudah berbuah dengan produksi rata-rata 30 kg per tanaman. Menurut Prasetyo, pengelola kebun, buah lantas diseleksi menjadi tiga kelas. Kelas A berciri ukuran di atas 2,5 cm.
 Dari total panen 1.500 kg, hanya 450 kg atau 30% yang termasuk dalam kelas A. Adapun kelas B berdiameter buah 2—2,5 cm. Volume kelas B mencapai 750 kg atau 50%. Kelas A dan B dikemas dalam stirofoam untuk memasok toko buah Alam Segar di Bogor. Adapun kelas C berdiameter di bawah 2 cm dijual di pasar lokal di Cipatat, Kabupaten Bandung dengan harga jual Rp10.000 per kg.
Penanaman new kristal juga tersebar di berbagai daerah seperti di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Cilacap, Magelang, dan Semarang (Jawa Tengah), Sumedang dan Bandung (Jawa Barat), serta Yogyakarta. Kondisi lingkungan di wilayah-wilayah itu beragam. Namun, new kristal mampu tumbuh baik dan produktif.
 Sumber  : radarjatim.com

Artikel Terkait