Cara Memaksimalkan Produksi Cabe dengan Cara Perhitungan Kebutuhan Pupuk yang Tepat

Loading...


Melonjaknya Harga cabe yang berkisar antara Rp. 60.000,- s/d Rp. 70.000,- tentunya memberikan angin segar kepada Petani tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp ini. Hal ini disebabkan tingkat produksi yang menurun ada banyak

faktor penyebab menurunnya produktivitas tanaman yang berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru salah satunya pemupukan yang masih kurang tepat. 





Nah.. kali ini yang saya bahas mengenai Perhitungan Kebutuhan Pupuk yang tepat dalam rangka mengoptimalkan produksi Tanaman Cabe yang memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin seperti Kalori, Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C...  Pupuk yang kita gunakan ada dua jenis yaitu Pupuk Kandang dan Pupuk kimia  ... tanpa berlama-lama mari simak Perhitungan Kebutuhan Pupuk Untuk Tanaman Cabe, cara dan waktu pemupukan yang tepat.


1.   Pupuk Kandang

    Pupuk kandang yang diperlukan untuk satu hektar lahan penanaman cabai adalah sebanyak 20-30 ton, tergantung kondisi kesuburan tanahnya. Pemupukan dilakukan dengan cara menyebarkan secara merata diatas bedengan dengan takaran 2-3 kg per 75 cm panjang bedengan. Setelah disebar, kemudian tanah dicangkul kembali supaya pupuk nya tercampur secara merata sampai kedalam tanah. Selain itu, pemupukan fapat dilakuakan dengan memasukkan pupuk kedalam lubang tanaman dan mencampurnya dengan tanah. Selain itu, pemupukan dapat dilakukan dengan memasukkan pupuk kedalam lubang tanam dan mencampurnya dengan tanah.


2.    Pupuk Kimia

     Pupuk kimia yang diberikan adalah ZA dengan dosis 650 kg/ha, Urea dengan dosis 250 kg/ha, Sp 36 dengan dosis 500 kg/ha, dan KCI dengan dosis 400 kg/ha. Keempat jenis pupuk ini diberikan pada umur tanaman 2,6, dan 9 minggu dengan masing-masing sepertiga dosis.


  

  • Untuk penanaman cabai pada lahan kering dataran tinggi/medium (Jenis Andosol/Latosol) adalah sebagai berikut : Pemupukan dasar terdiri dari pupuk kandang kuda (20-30 ton/ha) atau pupuk kandang ayam (15-20 ton/ha) dan pupuk Sp-36 (300-400 kg/ha) dilakukan satu minggu sebelum tanam.Pupuk susulan terdiri dari pupuk urea (200-300 kg/ha), ZA (400-500 kg/ha) dan KCI (250-300 kg/ha), diberikan 3 kali pada umur 3,6 dan 9 minggu setelah tanam masing-masing 1/3 dosis, dengan cara disebarkan disekitar lubang tanam kemudian ditutup dengan tanah. Atau 

  • Pupuk dasar terdiri atas pupuk kandang kuda (20-30 ton/ha) dan NPK 16-16-16 (700-1000 kg/ha) diberikan satu minggu sebelum tanam. Pupuk susulan adalah NPK 16-16-16 (300-500 kg/ha) diberikan dengan cara pupuk dilarutkan  dalam air (2gr/lt) kemudian disiram pada lubang tanaman atau sekitar tanaman (100-200 ml/tanaman), setiap 10-14 hari,dimulai satu bulan sesudah tanam.

  • Untuk penanaman cabai pada lahan sawah didataran rendah (jenis aluvial) pupuk kandang ayam (15-20 ton/ha) atau kompos (5-10 ton/ha) dan SP-36 (300-400 kg/ha) diberikan sebagai pupuk dasar satu minggu sebelum tanam. Pupuk susulan terdiri dari urea (150-200 kg/ha), ZA (400-500 kg/ha) dan KCI (150-200 kg/ha) atau pupuk NPK 16-161-16 (1 ton/ha), diberikan 3 kali pada umur 0,1 dan 2 bulan setelah tanam masing-masing 1/3 dosis.

Artikel Terkait