Daftar harga pupuk bersubsidi dan nonsubsidi 2017 - 2018

Loading...

Pupuk merupakan salah satu bahan atau zat yang dibutuhkan oleh petani untuk menyuburkan tanaman. Sayangnya, kian hari, harga pupuk di Indonesia semakin mahal, tidak hanya pupuk non-subsidi, melainkan juga pupuk bersubsidi. Petani di Indonesia sendiri cenderung membeli pupuk bersubsidi karena harga yang relatif terjangkau, dan hanya memakai pupuk non-subsidi untuk kepentingan yang mendesak.

Pengertian Pupuk

Seperti dikutip dari Wikipedia, pupuk bisa dikatakan sebagai material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Sementara, Balai Penelitian Tanah mendefinisikan pupuk sebagai suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman yang bersangkutan.
Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk ini berbeda dengan suplemen. Jika pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, maka suplemen lebih mirip hormon tumbuhan untuk membantu kelancaran proses metabolisme. Meski demikian, ke dalam pupuk, terutama pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.
Masih menurut Balai Penelitian Tanah, jenis pupuk adalah bentuk padat dan cair. Berdasarkan proses pembuatannya, pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam, sesuai namanya, adalah pupuk yang diperoleh langsung dari alam, seperti fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk kompos. Sebagian dari pupuk alam dapat disebut sebagai pupuk organik karena merupakan hasil proses dekomposisi dari material makhluk hidup seperti sisa tanaman, kotoran ternak, dan lain-lain.
Sementara, jenis pupuk yang dihasilkan dari proses pembuatan pabrik disebut dengan pupuk buatan. Kadar hara, jenis hara, dan komposisi hara dalam pupuk jenis ini sudah ditentukan oleh masing-masing produsen dan menjadi ciri khas dari penamaan atau merek pupuk tersebut. Berdasarkan ragam hara yang dikandungnya, pupuk buatan dibedakan atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk.
Pupuk tunggal merupakan jenis pupuk yang  mengandung satu macam unsur hara, misalnya pupuk N (nitrogen), pupuk P (fosfat), atau pupuk K (kalium). Pupuk tunggal yang mengandung unsur N dikenal sebagai pupuk urea, ZA (zvavelvuure ammonium) biasa disebut ammonium sulfat. Sementara, pupuk yang mengandung unsur P, yaitu TSP (triple superphosfat) dan SP-36.
Nah, pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara disebut dengan pupuk majemuk, di antaranya pupuk NP, pupuk NK, dan pupuk NPK. Pupuk adalah pupuk yang mengandung unsur N dan P, sedangkan pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur tiga hara yaitu N, P, dan K. Perbandingan kandungan hara dalam setiap pupuk majemuk berbeda-beda.

Manfaat Pupuk

Seperti diuraikan sebelumnya, pupuk secara umum berguna untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Secara spesifik, pupuk organik diketahui mampu meningkatkan keanekaragaman hayati pertanian dan produktivitas tanah secara jangka panjang. Pupuk organik juga dapat menjadi sarana sekuestrasi karbon ke tanah.
Sayangnya, pupuk organik juga memiliki beberapa kelemahan. Pupuk jenis ini merupakan pupuk yang bersifat kompleks karena ketersediaan senyawa yang ada pada pupuk tidak berupa unsur ataupun molekul sederhana yang dapat diserap oleh tanah secara langsung. Kadar nutrisi yang tersedia sangat bervariasi dan tidak dalam bentuk yang tersedia secara langsung bagi tanaman, sehingga membutuhkan waktu lama untuk diserap oleh tanaman.

Untuk pupuk buatan atau anorganik, mampu memberikan nutrisi yang langsung terlarut ke tanah dan siap diserap oleh tumbuhan tanpa memerlukan proses pelapukan. Meski demikian, pupuk jenis ini juga tidak luput dari kekurangan, seperti menyebabkan peningkatan keasaman tanah jika digunakan berlebihan, nitrat dalam pupuk buatan dapat mencemari lingkungan alam, pembilasan pupuk nitrogen mampu mencemari air tanah, kontaminasi zat pengotor, hilangnya unsur mikro, dan menyebabkan tanaman menjadi ketergantungan.


Sebagian besar soba mungkin bertanya-tanya berapa harga pupuk
bersubsidi tahun 2017? Atau apakah harga pupuk bersubsidi di tahu ini mengalami kenaikan? Jika mengalami kenaikan, lantas berapa harga yang
baru?Image result for harga pupuk bersubsidi dan nonsubsidi

Pertanyaan-pertanyaan sobat  di atas adalah

sangat wajar mengingat di awal tahun baru ini kita
dikejutkan dengan harga-harga komoditas sembako dan non-sembako yang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Seperti yang sobat BT ketahui juga, harga BBM non subsidi,
harga cabai rawit, harga tarif pengurusan dokumen kendaraan, harga tarif listrik, mengalami kenaikan.

Lalu bagaimana dengan harga pupuk bersubsidi? Kok belum ada beritanya? Apakah harganya konstan alias tidak naik….?!

2 hari ini saya coba bertanya pada teman-teman kios dan juga mencari info di website resmi

KEMENTAN. Ternyata harganya masih sama, sama dengan tahun 2016. Jadi harga pupuk

bersubsidi 2016=2017…!
Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk 2016 ditetapkan oleh Kementerian Pertanian
(KEMENTAN) melalui Permentan Nomor 60/Permentan/SR.310/12/2015 tentang Alokasi dan
Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2016.
Belajartani.com juga berkesimpulan yang sama bahwa harga pupuk bersubsidi 2016=2017. Pada
tanggal 7 Desember 2016 lalu Kementan mengeluarkan Permentan terbaru Nomor
59/Permentan/SR.310/12/2016, tentang perubahan atas peraturan menteri pertanian Nomor 60/
Permentan/SR.310/12/2015.

Link Source :
Permentan Nomor 60/Permentan/SR.310/12/2015
Permentan Nomor 59/Permentan/SR.310/12/2016

Adapun perubahan dijelaskan pada lampiran 1, 2 dan 3 hanya menjelaskan tentang kebutuhan
pupuk bersubsidi berdasarkan subsektor, wilayah dan sebaran bulan. Berikut screenshot dari
Permentan Nomor 59/Permentan/SR.310/12/2016 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 2 Desember 2016, ditandatangani Mentan RI, Amran Sulaiman.
Nah, dari gambar di atas kita bisa melihat terutama yang di kotaki hijau, disebutkan bahwa
Permentan Nomor 60/Permentan/SR.310/12/2015 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi
Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2016, dinyatakan masih tetap dan berlaku…!


Berikut Tabel Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi 2016/2017.

Tabel Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi 2016/2017
No Jenis Pupuk Subsidi Harga Per-Kg Kemasan Harga Per-Kemasan
1 Urea 1800 50 kg 90.000
2 SP36 2000 50 kg 100.000
3 ZA 1400 50 kg 70.000
4 NPK 2300 50 kg 115.000
5 Organik 500 40 kg 20.000
Sumber : Permentan Nomor 60/Permentan/SR.310/12/2015


Berdasarkan Permentan tersebut :


  • Disebutkan (pada pasal 3), bahwa pupuk subsidi tidak diperuntukkan bagi perusahaantanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan atau perusahaan perikananbudidaya.
  • Lebih lanjut dijelaskan bahwa, penyalur lini IV atau para pengecer atau kios yang ditunjuk,wajib menjual pupuk bersubsidi kepada petani, petambak, dan atau kelompok tani sesuai
  • HET yang sudah ditetapkan Kementan di atas.
  • Selanjutnya dijelaskan bahwa untuk meminimalkan penyelewengan pupuk bersubsidi,kemasannya diberi diberi label tambahan berwarna merah, yang mudah dibaca dan tidakmudah hilang atau terhapus dengan bertuliskan “pupuk bersubsidi pemerintah danbarang dalam pengawasan” (pasal 13).
  • Khusus penyediaan dan penyaluran, pupuk urea bersubsidi berwarna merah muda (pink)dan pupuk ZA bersubsidi berwarna jingga (oranye).
  • Lalu berapa harga pupuk non subsidi sekarang ? Berikut ini tabel harga pupuk non subsidi yangberlaku saat artikel ini dibuat. Harga ini adalah harga yang berlaku di area Jawa Timur, mungkin di daerah lain harganya tidak berbeda jauh.


Tabel Harga Pupuk Non Subsidi 2016/2017

No Jenis Pupuk Non Subsidi Kemasan Harga Per-Kemasan
1 Urea non subsidi 50 kg 250.000
2 SP36 non subsidi 50 kg 250.000
3 ZA non subsidi 50 kg 160.000
4 NPK Mutiara non subsidi 50 kg 450.000
5 NPK Pak Tani non subsidi 50 kg 415.000
6 KCl Mahkota non subsidi 50 kg 300.000
7 Dolomit 50 kg 20.000


Sumber : kios pupuk di Jawa Timur

Demikian informasi tentang harga pupuk bersubsidi dan non subsidi tahun 2016/2017. Mudahmudahan
informasi ini bisa menjadi referensi bagi anda, dalam memilih jenis pupuk yang sesuai
dengan kebutuhan usaha tani anda tentunya. Sekian dan terimakasih ^^

Artikel Terkait