Peluang Usaha Cabe Rawit dalam Pot, Berapa Keuntungan Menanam Cabe Rawit

Loading...

Cabe rawit (Capsicum frutescens) merupakan tanaman dari benua Amerika. Tanaman ini cocok dikembangkan di daerah tropis terutama sekitar khatulistiwa. Tanaman ini paling cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 meter dpl. Meskipun begitu, cabe rawit bisa tumbuh baik hingga ketinggian 1000 meter dpl. Untuk tempat yang terlalu tinggi, produktivitas tanaman akan berkurang. Pengembangan Budidaya cabe dilahan sempit menjadi alternatif masyarakat perkotaan untuk dapat berbudidaya tanaman hortikultura dengan keterbatasan lahan maka penanaman menggunakan Polybag menjadi salah satu pilihan utama untuk tanaman ini.

analisa budidaya cabe hidroponik, 
peluang usaha cabe rawit,
analisa usaha cabe merah keriting, 
keuntungan menanam cabe rawit,
pengusaha cabe rawit
satu pohon cabe rawit menghasilkan berapa kilo?
budidaya cabe rawit dalam polybag pdf
hasil panen cabe rawit per hektar

11865302_10204759532524350_488059593_o copy
Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Polybag
Pemakaian polybag untuk budi daya tanaman khususnya cabe rawit mempunyai beberapa keuntungan dan kerugian. Berikut ini uraian keuntungan dan kerugian penggunaan polybag untuk budi daya tanaman cabe rawit.
Keuntungan pemakaian polybag sebagai berikut
 Biaya lebih murah untuk pembelian polybag bertanam dibandingkan pot.
 Mudah dalam perawatan.
 Pengontrolan/pengawasan tiap tanaman lebih jelas. Misalnya pemeliharaan tanaman seperti serangan hama/penyakit dan kekurangan unsur hara.
 Tanaman cabe rawit dapat terhindar dari banjir atau tertular hama/penyakit.
 Polybag mampu ditambahkan bahan organik/pupuk kandang sesuai takaran.
 Menghemat ruang dan tempat penanaman.
 Komposisi media tanam mudah diatur.
 Nutrisi yang diberikan dapat langsung diserap akar tanaman.
 Dapat dibudidayakan kapan saja tanpa mengenal musim.
 Produktifitas bisa lebih banyak daripada penanaman di lahan
 Dapat digunakan sebagai tanaman obat dan tanaman hias di pekarangan/teras rumah.
Kerugian pemakaian polybag sebagai berikut.
 Polybag mempunyai masa pemakaian 2-3 tahun atau 2-3 kali pemakaian untuk media tanam
 Biaya Tanam Awal Mahal
 Perawatan Tanaman Harus Intensif
 Instalasi Air Harus ada sepanjang waktu
Hampir semua jenis tanaman hortikultura yang berumur pendek seperti cabe rawit dan cabe besar dapat ditanam didalam polybag. Bertanam cabe di polybag juga merupakan alternatif pemecahan masalah bila Anda memerlukan konsumsi buah cabe segar di rumah.
langkah – langkah dalam menanam cabe rawit yang benar :
Menyiapkan Bibit
Bibit merupakan faktor yang paling menentukan dalam budidaya suatu tanaman. Meskipun pemeliharaan telah dilakukan secara maksimal, tetapi tidak akan memperoleh hasil yang optimal kalau bibit yang ditanam dari benih yang kurang baik. Untuk memperoleh benih yang baik adalah:
1. Pilih buah cabe yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna/ bibit cabe rawit hybrida sachet untuk lebih praktis.
2. Buang bagian pangkal dan ujungnya.
3. Sayat bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya.
4. Jemur ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari.
Langkah berikutnya adalah menyemai benih yang sudah kering untuk dijadikan bibit. Kegiatan menyemai ini diawali dengan merendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit. Selanjutnya benih direndam sehari semalam dalam larutan perangsang akar. Benih yang masih mengapung setelah sehari semalam direndam harus dibuang, karena benih tersebut pertumbuhannya tidak akan maksimal. Untuk benih yang tenggelam bungkus dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi. Keesokan harinya benih baru disemaikain.
Persemaian harus disiapkan bersamaan dengan kegiatan merendam benih. Media yang digunakan berupa tanah gembur, pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
Masukan media persemaian ke dalam plastik es yang diameternya 3-5 cm dan untuk tingginya cukup 6 cm saja. Basahi media dengan larutan perangsang akar hingga lembab. Selanjutnya, semaikan benih satu per satu. Benih siap untuk dijadikan bibit dan dipindah tanamkan apabila sudah memiliki empat helai daun sempurna.
Media Tanam
Media tanam merupakan tempat berkembangnya akar dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Dari media tanam ini tanaman menyerap makanan yang berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum tanam supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media yang baik untuk digunakan terdiri dari tanah gembur atau top soil, Pupuk Kandang/Kompos + Tricoderma dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Aduk ketiga bahan tadi sampai tercampur rata, kemudian masukan ke polybag yang memiliki diameter 50/60 cm.
Bahan-bahan di atas memiliki fungsi yang berbeda, namun satu sama lain saling mendukung. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar dengan prinsip pertukaran kation. Sekam gunanya untuk menampung/mengikat air dalam tanah, sedangkan trichokompos untuk menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi hara yang diperlukan oleh tanaman.
untuk menghemat biaya dalam gunakan pupuk kandang yang sudah dikompos dengan trichoderma https://www.youtube.com/watch?v=moWHq0CeC2o
11806500_10204699965195204_1165840568_o copy
11840181_10204724477567998_1565092536_o copy
11852958_10204741194865920_1082620438_o copy
11827221_10204741121744092_1173081836_o copy
Penanaman
Seminggu sebelum tanam, media disiram dengan dua gelas MOL (Baca di Artikel Cara Pembuatan MOL) merata. Sebelum disiramkan, MOL harus dicampur air terlebih dahulu dengan dosis dua gelas MOL ditambah seember air (kira-kira 10 liter). Begitu juga sehari sebelum tanam, media harus disiram lagi menggunakan MOL dengan dosis yang sama, tetapi dalam penyiraman cukup segelas saja.
Bibit yang ditanam hanya bibit yang sudah memiliki minimal empat daun sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus. Proses penanamannya adalah:
1. Buat lubang persis di tengah-tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit.
2. Tanamkan Ajir bambu di sebelah lubang tanam.
3. Buka plastik bibit dengan cara merobeknya. Saat merobek plastik harus berhati-hati jangan sampai merusak media dan mengakibatkan banyak akar yang terputus.
4. Masukan bibit ke lubang yang telah dibuat.
5. Tutup media bibit dengan media bekas pembuatan lubang, lalu ratakan.
6. Siram media tanam dengan air biasa sampai menetes.
Untuk menghindari cuaca panas dan menghindari intensitas sinar matahari berlebih gunakan paranet, Pemberian pelindung ini dimaksudkan supaya bibit yang baru ditanam tetap segar dan tidak mengalami kelayuan serta untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman cabe.
11900682_10204794611081292_1785866808_o copy
Perawatan Tanaman
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman adalah:
1. Penyiraman dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari. Kegiatan ini tidak perlu dilakukan apabila cuaca hujan atau tanaman dikocor dengan MOL.
2. Mulai umur 7 hari sampai keluar bunga tanaman dikocor menggunakan MOL dengan dosis dua gelas/ember air. Setiap tanaman cukup diberi satu gelas dan diulang seminggu sekali.
3. Sejak tanaman berbunga sampai habis masa panen pengocoran tanaman menggunakan MOL Rebung Bambu dengan dosis dan cara pengaplikasian sama seperti di atas. (Mengenai pembuatan MOL Rebung Bambu Telah diuraikan di artikel pembuatan MOL) Video Pembuatannya https://www.youtube.com/watch?v=LSVU80ZRM2E
4. Pemupukan tanaman menggunakan NPK (Phonska) 2-3 gr/Tanaman setiap Minggu atau jika ingin budidaya Cabe secara Organik Cukup hanya dengan penambahan Pupuk Kandang dan Penyiraman MOL saja.
5. Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
6. Pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya.
7. Jika terjadi tanda-tanda serangan hama atau penyakit, untuk menanggulanginya, lakukan dengan menyemprotkan pestisida organik
11917236_10204811244857126_1592342659_o copy

Pemanenan cabe rawit
Cabe rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 3 bulan sejak bibit ditanam. Periode panen bisa berlangsung selama 6 bulan bahkan lebih. Umur tanaman cabe rawit bisa mencapai 24 bulan. Frekuensi panen pada periode masa panen tersebut bisa berlangsung 15-18 kali.
Namun semakin tua tanaman, produktivitasnya semakin rendah sehingga tidak ekonomis lagi untuk dipelihara. Untuk budidaya intensif, biasanya tanaman cabe rawit dipelihara hingga berumur 12 bulan. Budidaya yang baik bisa menghasilkan total produksi hingga 7 Kg /Polybag.
Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Caranya dengan memetik buah beserta tangkainya. Buah cabe rawit yang dikehendaki adalah yang bentuknya ramping dan padat berisi. Tipe buah seperti ini biasanya rasanya pedas dan dihargai lebih tinggi di pasar dibanding buah yang besar namun kopong.
281111-AJB-BISNIS-02-CABE-RAWITbokeschool-cb1a524ed971110
ANALISA USAHA TANI CABE RAWIT DI DALAM POLYBAG
POPULASI : 1000 Tanaman/Polybag
LUAS TANAM : 20 x 30 M
A. SARANA PRODUKSI
1. Bibit Cabe Rawit 1000 Tanaman = Rp. 300.000,-
2. Pupuk kandang 2.000 Kg @ Rp. 2.000,- = Rp. 4.000.000,-
3. Tanah 3 Truck @ Rp. 800.000,- = Rp. 2.400.000,-
4. Sekam 2 Truck @ Rp. 500.000,- = Rp. 1.000.000,-
5. Kapur 10 sak @ Rp. 40.000,- = Rp. 400.000,-
6. Pupuk organik Cair / Nutrisi 10 Botol @ 50.000,- = Rp. 500.000,-
7. Pembuatan MOL = Rp. 100.000,-
5. Polybag 1000 @ Rp. 22.000,- = Rp. 2.200.000,-
6. Pengendali Hama 1 @ Rp.45.000,- = Rp. 45.000,-
7. Paranet 1 Rol @ Rp. 1.500.000,- = Rp. 1.500.000,-
8. Ajir Bambu 1000 @Rp. 1000,- = Rp. 1.000.000,-
8. Instalasi Air = Rp. 1.000.000,-
Jumlah = Rp. 14.445.000,-
B. BIAYA TENAGA KERJA
1. Memasukan Media Kedalam 1000 Polybag @ Rp. 1500 = Rp. 1.500.000,-
2. Persiapan Lahan 20 X 30 M = Rp. 500.000,-
3. Tenaga Kerja 1 Orang @ Rp. 500.000,- x 12 = Rp. 6.000.000,-
Jumlah = Rp. 8.000.000,-
Panen Estimasi produksi cabe 5 kg/polybag selama masa tanam x 1000 Polybag = 5000 Kg
Total Biaya I (Rp. 14.445.000,-) + II (Rp. 8.000.000,-) = Rp. 22.445.000,-
C. ANALISA KEUNTUNGAN
Jika estimasi produksi 5000 Kg dengan harga terendah Rp.10.000,- , maka total pendapatan kotor Rp.50.000.000,-
Keuntungan Rp.50.000.000,- – Rp.22.445.000,- = Rp.27.555.000,-
Untuk Penanaman periode ke 2 kita dapat menghilangkan Biaya variabel pada point A. Nomor 3,4,5,7,8,9 sedangkan pada point B. Nomor 1 dan 2
Untuk Penanaman Periode Ke 2 :
A. SARANA PRODUKSI
1. Bibit Cabe Rawit 1000 Tanaman = Rp. 300.000,-
2. Pupuk kandang 2.000 Kg @ Rp. 2.000,- = Rp. 4.000.000,-
3. Kapur 10 sak @ Rp. 40.000,- = Rp. 400.000,-
4. Pupuk organik Cair / Nutrisi 10 Botol @ 50.000,- = Rp. 500.000,-
5. Pembuatan MOL = Rp. 100.000,-
6. Pengendali Hama 1 @ Rp.45.000,- = Rp. 45.000,-
Jumlah = Rp. 5.345.000,-
B. BIAYA TENAGA KERJA PERIODE 2 :
1. Tenaga Kerja 1 Orang @ Rp. 500.000,- x 12 = Rp. 6.000.000,-
Panen Estimasi produksi cabe 5 kg/polybag selama masa tanam 12 Bulan
= 5 Kg x 1000 Polybag = 5000 Kg/Musim
Panen Estimasi produksi cabe per 13,8 Gram per hari/polybag
= 13,8 Gram x 1000 Polybag = 13,8 Kg/hari
Total Biaya I (Rp. 5.345.000,-) + II (Rp. 6.000.000,-) = Rp. 11.345.000,-
KEUNTUNGAN PERIODE 2
= (Rp. 50.000.000,- ) – (Rp.11.345.000,-) = Rp. 38.655.000,-
Perhitungan tersebut adalah dengan memperhitungkan harga rata-rata cabe rawit tanpa melihat harga fluktuatif cabe yang dalam satu tahun pasti dapat melambung sangat tinggi hingga Rp. 100.000/ Kg intinya dalam budidaya cabe dalam polybag ini harus telaten walaupun harga cabe turun drastis tetap harus menanam dan harus sabar yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menyayangi setiap usaha yang kita terjuni maka suatu saat usaha tersebut akan dapat menyayangi kita dengan senyum rupiah.
usaha budidaya cabai rawit jelas sangat menggiurkan para petani namun untuk mendapatkan hasil yang besar, harus di mulai dengan modal besar jika ingin mendapatkan hasil skala besar. Namun, jika anda ingin belajar tentang usaha ini maka anda bisa mencoba dengan melakukan budidaya cabai rawit kecil – kecilan untuk memperdalam pengetahuan tentang budidaya tanaman ini.

Artikel Terkait