Perbedaan Layu Fusarium dan Layu Bakteri Beserta Obat Layu Bakteri dan Obat Layu Fusarium

Loading...



penyakit pada tanaman biasa di sebabkan karena jamur, bakteri dan virus.
Gejala serangan karena jamur dan bakteri lebih mudah di lihat /di amati secara kasat mata di bandingkan dengan gejala yang timbulkan oleh virus.
Untuk memastikan serangan jamur dan bakteri  masih bisa dilakukan secara sederhana dengan melihat gejala serangan.
Cara Membedakan Layu Fusarium dan Layu Bakteri
Memastikan jenis serangan sangat penting untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat.
Ada dua penyakit layu yang biasa di temukan di lahan pertanian, layu karena jamur/ Layu fusarium dan layu bakteri,
yuk mari kita baca dan simak selengkapnya !!
Sering kita temukan gejala layu dilahan pertanian, seperti kasus layu secara mendadak pada tomat, cabai, terong, melon, tanaman yang awalnya sehat dan normal tiba-tiba layu dan mengering.
Penyakit layu tersebut bisa saja di sebabkan oleh layu bakteri ( Pseudomonas solanacaearum) atau layu jamur ( Fusarium Oxysporum).
Bakteri Pseudomonas solanacaearum di ketahui dapat menyerang lebih dari 200 jenis tanaman
beberapa di antaranya : pisang,tembakau, kentang, tomat, terong, cabai, kacang-kacangan, tanaman hias, dan berbagai jenis gulma juga dapat di serang.
Sedangkan jamur Fusarium Oxysporum dapat menyerang lebih dari 150 jenis tanaman mulai dari sayur-sayuran , bawang, pisang , kentang, tomat,kubis, lobak, petai, sawi, temu-temuan, semangka, melon, pepaya, salak, krisan , anggrek, kacang panjang, jahe, ketimun, jambu biji, dan masih banyak lagi.
Untuk melakukan pengendalian dari ke dua jenis penyakit ini , perlu di ketahui dulu apa penyebabnya.
Jika penyebabnya adalah jamur maka obat nya adalah obat fusarium bukan obat bakteri, dan sama sebaliknya.
Karena jika salah, maka obat yang di gunakan akan terbuang percuma, penyakit akan tetap menyebar dan menghancurkan.
Namun gejala yang nampak dari kedua penyakit tersebut hampir sama,  yaitu layu mendadak dimulai dari layu pada bagian atas daun, lama-lama akan menjadi kecoklatan dan akhirnya mati.
Keganasan penyakit ini lah yang membuat penyakit ini berbahaya, maka dari itu di perlukan pengendalian yang tepat agar tidak salah sasaran.
Berikut cara membedakan penyakit ini secara pasti :
Penyakit Layu Bakteri
Tanaman di cabut, akarnya di potong, jika penyakit yang di sebabkan oleh bakteri maka potongan akan terlihat berlendir dan berbau.
layu bakteri
Layu Bakteri (picture by : belajartani)
Kemudian jika potongan akar celupkan ke dalam air dan tunggu beberapa menit, jika terlihat seperti asap di dalam air, maka dapat di pastikan serangan layu di sebabkan oleh bakteri.
Serangan layu bakteri sangan cepat, bahkan bisa kurang dari tiga hari, tanaman terlihat layu baik siang maupun malam.
Penyakit layu Jamur ( Fusarium )
Jika di potong, tidak berlendir dan berbau, dan jika di celupkan kedalam air selama beberapa menit, tidak akan terlihat asap seperti serangan bakteri
.Layu Fusarium
Layu Fusarium (picture by: belajartani
Serangannya relatif lebih lama dibandingkan serangan layu bakteri, tanaman akan layu pada siang hari, namun segar di sore hari.
Jika sudah di ketahui penyebab penyakit layu pada tanaman terjangkit, barulah  dapat di lakukan pengendalian yang tepat.

Cara pengendalian Layu Bakteri
  • Gunakan agen hayati pseudomonas fluerescens dan bacillus subtilis, agen hayati ini dikenal juga dapat memangsa bakteri penyait.
  • Gunakan pupuk kandang yang telah di fermentasi masak, pupuk kandang yang belum masak dapat meningkatkan jumlah bakteri Pseudomonas solanacaearum dengan meningkatkan suhu tanah akibat fermentasi yang belum selesai.
  • Gunakan Pupuk Urea secara bijaksana, penggunaan pupuk urea yang berlebihan akan membuat tanaman mudah terserang bakteri ini.
  • Mencelupkan Bibit dengan bakterisida berbahan aktif agrimycin akan mencegah tanaman terjangkit penyakit.
  • Pengaturan irigasi yang baik , jangan sampai lahan tergenang oleh air, karena bisa memudahkan bakteri untuk berkembang biak.
Cara pengendalian layu karena jamur
  • GunakanVarietas tahan . Misalnya untuk tomat, gunakan varietas tahan tehadap layu fusarium seperti Ohio MR9 dan Walter.
  • Pemakaian Fungisida, walau pun sampai sekarang belum tercatat fugisida yang ampuh untuk mengatasi fusarium, namun beberapa pencagahan bisa di lakukan, seperti mencelupkan benih ke dalam larutan fungisida berbahan aktif binomil.
  • Mengedalikan nematoda tanah, luka yang akar yeng di sebabkan nematoda adalah jalan masuknya jamur fusarium ke akar, dengan menekan jumlah nematoda, bisa menekan kemungkinan terinfeksi jamur.
  • Menggunakan tricoderma, penggunaan agen hayati ini di ketahui bisa mematikan jamur lain.
  • Mencegah infeksi lahan, alat yang di gunakan di lahan yang terjangkit dapat di rendam dulu dengan formalin 5% sebelum di gunakan kembali. Di anjurkan juga menggunakan benih dari buah yang tidak sakit.
Baik layu fusarium dan layu bakteri, jika di ketahui sudah terjangkit, segera cabut tanaman hingga ke akar-akarnya lalu bakar atau buang jauh-jauh dari tanaman.
Tabel perbedaan penyakit layu fusarium dengan layu bakteri pada tanaman pisang
Disaran kan pula untuk pergiliran tanaman yang bukan inang penyakit jamur/bakteri tersebut.
Selain itu juga di saran kan untuk mengatur jarak tanam yang tidak terlalu dekat ntuk menghindari penularan penyakit dari tanaman satu ke tanaman lainnya.
Hindari pula perlakuan yang dapat melukai akar seperti membuat lubang untuk pengecoran, penyiangan gulma dengan cangkul dll
Sebaiknya perempelan juga menggunakan alat yang sudah di sterilkan dengan NaOCL atau Formalin terlebih dahulu.

Referensi
https://ektension.psu.edu/
https://ditlin.hortikultura.pertanian.go.id/
https://bbppketindan .bpsdmp.pertanian.go.id/
https://benihpertiwi.co.id/P
Pencarian
fungisida layu fusarium,  obat layu bakteri, gejala layu fusarium, obat layu fusarium, layu fusarium pada tomat, ciri layu bakteri, layu fusarium pisang, ciri-ciri tanaman yang terserang jamur

Artikel Terkait